Membaca postingan dari blog Ito Simbolon yang menuliskan
Hati adalah tempat kita menyimpan segala persaan terdalam. ”semuanya bersumber dari hati” kata orang bijak. Jadi ketika kita mencinta, itu murni dari hati, dari dalam kita. Bukan dari luar; berapa banyak hartanya, betapa rupanya, dll. Karena berasal dari dalam, maka tak ada alasan masuk akal untuk mencintai. Kita mencintai seseorang, iya, karena kita mencintainya. Itu keluar begitu saja. Tak ada jawaban untuk sebuah pertanyaan, ”Mengapa aku mencintaimu?”
Membaca postingan ini, reaksi pertamaku adalah “really???? is there such kind of love?” Beberapa waktu yang lalu, ketika masih aktif menggunakan friendster, aku pernah nulis tentang “beauty is yes so important to men”. Aku jadi bertanya-tanya jika bukan dari luar, apa yg menstimulasi hati untuk mencintai seseorang? Biasanya kita mencintai seseorang karena orang itu menarik, enak diajak ngobrol, cantik, ganteng, pinter, rajin, kalem, periang, etc, yang mana semuanya itu menurut aku berasal dari luar.
For the men who read this post, please (im begging u) jangan katakan bahwa mencari pacar ato pasangan hidup ga penting harus yg cantik. Ntar bisa-bisa aku screaming lg seperti postinganku di friendster. It’s such a hypocrite statement, u know. Banyak (yah banyak) yg mengatakan “bagiku cari istri ga penting cantik, yg penting kelakuannya bla bla”, tapi jika ada cewe yg pribadinya TOP banget tp tampangnya “DOWN” banget, apakah masih bisa mengeluarkan pernyataan di atas? He he…. I doubt it. Really, dunt make me laugh.
Seperti laki-laki, wanita juga sering mengatakan, “Iya nih… blom dapat2 jg cowo yg pas. Padahal bagiku yang penting baik, ga harus yg ganteng ato kaya.” Tapi ketika ada yg mo ngenalin wanita tsb dengan seseorang, reaksi pertamanya adalah, “kerja di mana? berapa gajinya?” Hehehe…. Such an hypocrite human being yah!
So, really… cinta antara laki2 dan perempuan itu butuh “stimulator” dari luar. Kita mengagumi orang tersebut, kemudian timbul passion, love, and respect. Read my sista’s blog about the formula of love.
Statement yg mengatakan bahwa cinta itu murni dari hati, menurutku hanya berlaku untuk cinta orangtua ke anak ato sebaliknya. Kita mencintai keluarga kita tanpa syarat khan? Ato di sini ada yg ga mencintai keluarganya? Hope there is not :p
April 6th, 2008 at 8:27 pm
topik ini pas bgt dengan aku sekrg,bu..
klo aku sendiri menyimpulkan ats apa yg aku alami seh seprti ini:
emank awalnya karena ada alasan kya yg ibu katakan [red:menarik, enak diajak ngobrol, cantik, ganteng, pinter, rajin, kalem, periang, etc] ..
cuman klo kita da lebih mengenal dia lebih dalam..alsan2 sebelumnya itu udah ilang..so yg dibilang di blog ito SImbolon yang kalimat ini “Karena berasal dari dalam, maka tak ada alasan masuk akal untuk mencintai” itu pas bgt,bu..
ada yg mau aku tanya ama ibu..cuman kyanya ini private…
soalnya aku bpikir utk satu hal yg aku mau share ini ibu da berpengalaman ..hihihi..
cuman gmn caranya ya..????
April 7th, 2008 at 12:51 am
Ada laki2 yang jujur banget tuh Kuch, si Abang Manik.
Dia mendukung banget teorimu yang bilang bahwa cowok itu yang pertama diliat udah pasti fisik cewek. Mendukung 100%! Hehehe…
View the site here:
http://manik.web.id/2007/11/21/birahi-wanita.html
April 7th, 2008 at 4:09 am
Salam Kenal ito.
hanya memberikan ide nih biar rame.
Selama ini kita tertipu dengan kata Cinta, orang bilang cinta ini harus begini, harus begitu. Justru itu letak kita menipu diri sendiri. Orang bilang dia jatuh cinta karena itunya, karena ininya, dll. itu bukan cinta, tetapi suka. (ada titipan sponsor (maksud terselubung) dalam ungkapan cintanya itu: Sebenarnya aku menyukai facemu, bodymu, kepintaranmu, kedewasaanmu, dll)
aku sepakat dengan Ayub Yahya yang mengutip tulisan anonymous dalam bukunya mengenai apa cinta itu? (bisa dibaca diblogku) “Cinta adalah kematian atas egoisme dan egosentrisme”
Tak ada jawaban untuk sebuah pertanyaan, ”Mengapa aku mencintaimu?
Karena Cinta adalah hati, namun banyak orang yang sudah kehilangan hati.
thx
April 7th, 2008 at 5:35 am
Horas tu nappunasa site on..!!
lam kenal ma ateh ito/lae…??
*fuihh*… jauh kalipun aku kesini martandang… dan ternyata banyak bacaan2 yg menarik disini..ehehehehe…
Begh..!! *Tarsonggot* ito Stella..?? amagoyamang…. boasa gabe sahat solop hu tuson diboan..?? kekekekeke…..
btw, Sattabi jo bah… kubikin dulu Url site ito/lae ini di Friendlist ku…boi do kan..???
botima
Horas & Gbu
Edison Manik
April 7th, 2008 at 6:12 am
Yah…pertama sih fisik, walo akhirnya bukan itu yang menentukan, kadang cewe cakep nyebelin sih wakakka…sok jual mahal banget…
Kalo aku Kak, pertama fisik sih, tapi ga yang gimana-gimana banget, yang penting enak di lihat, rapih gt, dandannya normal, ga menor dan ga pucet :P, trus sikapnya/perilaku. Kalo kata orang batak, na boi boanon tu pesta ma :P. Itu dia…itu dia…
April 7th, 2008 at 10:54 am
kemarin aku baru ditanya seseorang …
ttg wanita yang bagaimana yang aku akan pilih sbg pendamping kelak…
aku jawab gini bu :
enak dipandang ;), pinter, baik, rajin, tapi di atas semuanya itu..
aku juga memang harus mencintai dia n dia juga harus mencintai aku
eh bu anas, ttg wanita yg enak dipandang itu.. aku memang mendukung.
tapi pengalaman buruk aku mengajarkan ternyata cewek itu.. meski cantik keliatannya …. tapi klu bawel.. ternyata ngeselin juga lho bu.. huehuehue… :((
maunya sih cakep + baik .. iya kan bu ?
hehehe
April 7th, 2008 at 11:59 am
@Ecko
Dulu, saat baru lulus kuliah, aku jg pernah ditanya gitu sama bokap. Trus aku jawab, “Yg baik hati, pengertian, perhatian, pinter, kerja di perusahaan asing, sayang samaku, sayang sm keluargaku, romantis……” Sebelum aku selesai menjawab, bokap dah nimpali, “waaah berarti lg nyari malaikat donk.” hehe…. Btw, cantik + baik banyak kho, ko. At least cantik menurut kamu khan…. krn kt orang, cantik itu relatif n jelek itu mutlak hehe
@Planius,
Waaah berarti aku ga masuk kriteriamu donk… jd ga bs mendaftar nih hehe. becanda.
@Ito Manik,
Hehe…. soalnya tulisan ito tuh menarik bgt dan sangat jujur walopun beberapa poin aku ga setuju :). Latar belakangku yg dr keluarga tanpa anak laki-laki membuatku sangat menyadari perbedaan kedudukan perempuan dan laki-laki, apalg di budaya batak. Makanya, jk orang-orang tersadar dan rame2 campaign ttg emansipasi belakangan ini, aku dah melakukannya sejak kelas 2 SD, sejak sering mendengar ucapan ini keluar dr inang-inang late, “itulah ga ada itomu. kawin lg lah nanti bapakmu. memang harus kawin lg dia kalo mo punya anak.” Sejak itu terlatih mulutku jd jabir hehe…. Sejak itu tiap hari aku mencari jawaban tentang perbedaan kedudukan laki-laki dan perempuan. So, klo diajak berdebat ttg ini, percayalah aku lebih dr siap. Sejak kelas 2 SD, boo hehe… piiis ah.
@Ito Simbolon,
U r very welcomed here, ito. Btw setuju dgn definisi cinta menurut ayub yahya. Tp itu definisi cinta yg sempurna. Beranikah manusia yg dikuasai oleh ego ini mewujudkan cinta yg sempurna? Jika ya, kenapa terkadang cinta itu rasanya sangat menyakitkan?
@Yunita,
U r very welcomed to drop me an email dear. Btw distant love is not an easy thing but it can be so much more beautiful than the ordinary one
April 18th, 2008 at 1:44 pm
Comment neh say,..
Pertama, aku tertarik dengan tulisan-tulisanmu, mengingat aku malas nulis meski sebenarnya banyak yg hrs ditulis (hehehe)
Bicara tentang cinta (wuihhh kayak ahli percintaan neh) memang takkan ada habisnya dan persepsi tentangnya juga pasti berbeda-beda.
Menurutku cinta itu unik, yg tadinya impossible bisa jd possible. Teori tentang “cantik itu penting” kadang-kadang benar tapi kadang-kadang gak juga. Tapi kita gak munafik, awal pertama kita melihat lawan jenis pasti dari fisiknya (right?) baru nyusul yang lain-lainnya ex. smart gak dia, cara pandang hidupnya, cara bergaulnya n so on. But, untuk urusan jatuh cinta ternyata gak cukup dengan mengandalkan fisik. Ternyata cantik saja gak jadi jaminan untuk bisa dicintai, kalo disukai bisa kujamin pasti yaa (hrs dibedakan antara suka dan cinta). Kadang-kadang orang salah mengartikan rasa, tertarik sama orang sudah dikira cinta, tapi kalo ditelaah lg, mungkin aja itu hanya sekedar kagum ato suka pada beberapa saat ato pada saat itu aja. Kalo mau jujur,…. rasa cinta gak kan bisa dibuat-buat karena cinta itu berasal dari dalam hati, makanya aku sangat setuju dengan istilah Love is Blind. Gak peduli siapa dia, sejelek apa pun dia menurut orang, kalo hati sudah sangat menginginkannya, maka gak ada yg bisa menghalanginya. Maka Ketertarikan yang akhirnya membawa kita jatuh cinta, menurutku lebih kepada kejujuran hati kita sendiri.
Banyak tuh teman aku yang jatuh cinta sama cewek yang menurut banyak orang sangat standard wajahnya (hehehe bhs halusnya “wajahnya biasa-biasa aja” bahkan kadang kalo jujur bisa dibilang jauh dr cantiklah), padahal sang lelaki tsb kalo dipikir-pikir pasti bisa ngegaet yg jauh lbh cantik.
Setelah ditanya, ada yg jawab krn sang pujaannya itu pintar, ada yg jawab hatinya baik, ada yg jawab pandangannya tentang hidup ini begitu pas di hati, dan kebanyakan jawab krn kebaikan, menarik dan gak ngebosanin yg membuat mereka jatuh cinta.
Nah lho? berarti teori tentang cantik itu penting gak selalu benar, tapi bukan berarti yg cantik gak ada yg menarik lho, banyak juga, makanya bonus luar biasalah itu, udah cantik, baik, kaya pula (alamak,.. andaikan aku seperti itu, hik…hik…hik)
Kesimpulannya,… kecantikan yang abadi tidak berasal dari fisik semata tapi lebih pada kecantikan hati. Kurasa ini bukan teori atau bullshit, ini kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Yang penting bagaimana memanage diri agar tetap menarik, bagiku lebih penting menarik daripada cantik fisik.
Jadi bagi kita cewe2 yang tidak dianugerahi wajah cantik, jangan putus asa yaa, kita bisa lebih cantik dr mereka yg cantik. Ciptakan sesuatu di dirimu yang orang lain tidak memilikinya, lbh bahagia rasanya dicintai daripada sekedar dikagumi ato disukai.
April 18th, 2008 at 3:08 pm
@Rita,
Hai bu… makasih yah udah maen ke blog ku. Ga nyangka… akhirnya ketemu juga yah di dunia perblog-an hehe :p
thanx Rit untuk komennya yang mendalam. Memang terkadang kita berpikir kenapa sih cowo cakep ini mau dengan cewe yg biasa2 aja (ikutan bahasa halusmu hihihi)… tapi tau ga rit, bahwa cantik itu relatif. Bisa aja menurut kita cewe tuh jelek tp bagi si cowo A, cewe itu ternyata cantik sekali. Mungkin dia melihat cara si cewe tertawa n baginya tawa si cewe cantik sekali. Contoh, bagiku bradpitt tuh ganteng sekali, tp bagi adikku bradpitt mah biasa wae lah…. hehe
Contoh lain, bagi ku diriku ini biasaaaaaaa banget (sok2an merendah nih!) tp bagi suamiku ternyata aku cantik sekali (gubrak! huahaha…. mending pede ah daripada minder! Iya ga bu?)
September 26th, 2008 at 12:17 pm
Salam Kenal,
Ada pepatah orang batak
“jolo tinitip sanggar
laho bahen huruhuruan
jolo sinunungkun marga
asa binoto partuturan”
molo ahu marga Rajagukguk,
Saya senang dan tertarik untuk ikut bergabung
dengan website ito. Kiranya ito bisa membalas dan menerima
perkenalan ini.
Mauliate,