I’m Sick of Cowo Batak
Posted by Anastasia RajagukgukNah lho… kaget khan baca judulnya. Hehe… udah lama sebenarnya pengen nulis tentang topik ini, tapi kehalang rasa maleeeeeees karena topik ini bisa berakibat “rame”, lagian aku sendiri juga cewe batak yang merid ma cowo batak juga :). Tapi beberapa hari yang lalu ketika ngobrol sama Bapak tentang “cari suami orang batak aja lah”, mau ga mau statement tentang “i’m sick of cowo batak” tiba-tiba muncul lagi ke permukaan.
Ceritanya gini, adik ku sebentar lagi akan merid ma orang perancis. Sejauh yang kami tau, cowo perancis ini baik banget, PINTER BANGET (krn dia master catur lhooo. gelarnya udah ditingkat apa aku ga hapal.), sabar, sangat mengagumi adik ku, perhatian, n yang paling amazing juga perhatian sama kami, selalu ngucapin “selamat ulang tahun” ke kami semua, belajar bahasa indonesia, n belajar ngomong batak karena katanya supaya bisa ngobrol nyambung sama Bapak. Jadi terharu khan. Hayoooo laki-laki batak ada ga yang melakukan hal ini? Nah, karena moment pernikahan ini dan karena pasangannya adalah cowo bule yg berkualitas tinggi ini, adik2 ku yg lain n teman adik ku yg juga mo berangkat ke perancis utk menghadiri pernikahan ini mengucapkan, “disana sekalian mo nyari cowo bule yg baik banget” hehe… and ketika bokap mendengar ttg itu, keluarlah statement “cari suami orang batak aja lah. untuk apa sm orang asing”
Akhirnya aku cerita ttg hal ini pada temen dekat yg juga blom merid, reaksinya adalah “I’m sick of cowo batak!”
Sebenarnya aku udah banyak mendengar statement tersebut dari perempuan-perempuan batak yang lain, terutama yg berusia 27 tahun ke atas tp belom dapat pasangan jiwa nya. Makanya cowo batak…, mulailah waspada daripada boru batak pada lari ke “tetangga”. Ok, pasti pada bertanya kenapakah? Sebelum kita lanjut, aku hanya mo ngingetin bahwa tulisan ini bukan untuk menyerang ato bersifat sara, tapi hanya sebagai penyampaian tertulis kepada cowo-cowo batak tentang keluh kesah cewe-cewe batak tentang sifat kebanyakan cowo-cowo batak sekarang ini. Banyak juga cowo batak yg berkualitas tinggi, so untuk mereka-mereka ini, tulisan ini jelas bukan untuk mereka.
Cowo batak? Hmm…. ini komentar beberapa teman: