07
Mar

Belajar Saham

Ketika pertama kali ngomong ke suami tentang keinginan belajar saham, reaksi suamiku adalah, “Jangan, Rang. Maen saham tuh tinggi banget resikonya.” Reaksi inangtuaku lebih ekstrim lagi, “Janganlah kau coba-coba. Bossku udah habis uangnya sampe 10 milyar gara-gara maen saham. Uangku juga udah habis berapa ratus di reksadana. Bohong-bohongnya itu semua. Judi itu!” Reaksi namboruku?? “He? Teman2ku banyak yg rugi besar gara-gara maen saham dan reksadana.” Ok, so intinya no respond can be considered as good news. But me is not someone without want-to-know predicate or big big curiousity. That’s why I decided to find out “Why they lost? Why other people win? Is it really risky? Is there any investment not risky? Why risky if u master and u play smart?”

Awalnya aku invest di reksadana Mandiri Investa Attraktif dengan modal yg lumayan (at least for me) dan sampe sekarang investasiku masih rugi n makin rugi malah hehe. Dah pernah untung siiih…. Jika kabar itu didengar oleh inangtua ato namboruku, pasti mereka dgn semangat mengatakan, “Apa kubilang? Bohong-bohong nya itu semua! Pasti kau rugi! Ga ada orang yg menang maen saham ato reksadana!” Mereka kayanya blom pernah dengar tentang George Soros ato Warren Buffett. Hmm….. So, ttg reksadanaku ini, should I do a ‘cut-loss’? God knows how I want to do it! Setengah mati menahan diri untuk menarik duitku n mendepositokannya aja daripada terus-terusan stress mengamati indeks saham. But me is not someone who is easily to give up. No buddy, it’s just not me. Again, me is someone with big - big curiousity, “Jika orang laen untung bereksadana, kenapa gw justru rugi yah?”

So, gw mulai nyari di internet ato nanya sana-sini tentang belajar saham. Really, if u dunt know where to start, u just feel impossible to learn! So, kuncinya: know where to start. Dengan tabah n sabar, gw searching sana-sini hanya utk mengerti dimanakah start-point untuk mulai belajar? It’s not an easy thing to do. So, I decided to register my self as a free training in BEI, known as “Sekolah Pasar Modal”. Tapi ternyata peminatnya buanyaaaaaak, so aku harus masuk waiting list sampe 6 bulan! Untungnya setelah bulan ke-3, aku dah boleh ikut, mungkin karena banyak yg membatalkan diri. Selaen itu, aku rajin baca forum2, ikut milis, n akhirnya ketemu sama seorang Independent Trader yg mau bagi-bagi ilmu gratis melalui websitenya. Awal-awal mengikuti websitenya, aku makin bingung aja hehe… Karena bahasannya ternyata bukan untuk pemula spt aku. Sumpe, istilah-istilahnya mengagumkan and luar biasa membingungkan! Akhirnya aku daftar di BinaInsan dengan harapan at least I know the basic concept behind stock trading or at least aku ngerti istilah-istilah yg mengagumkan tsb.

So, untuk menemani aku belajar, n agar aku ga putus asa saat aku ga ngerti n ga ngerti n ga ngerti terus saat belajar, aku akan nulis ttg belajarku di blog ini. Ada teori yg mengatakan, “salah satu cara belajar yg efektif adalah dengan mengajarkannya ke orang lain.” Tapi saat ini aku ga ingin mengajar (gimana mo ngajar, ngerti utk diri sendiri aja belum. hehe). I just want to re-write what I understand and what I dunt understand. That’s all.

9 Responses to “Belajar Saham”

  1. serinar Says:

    Mau dijarin duuuunk… Hehehehhe

    Kom

  2. Gloria Says:

    Ckckckck.. ibu semangat banget yah.. terus terang aku blm ngerti saham2an bu.. :-D
    Tapi baca kisah belajar ibu yang begitu semngt, aku juga jadi pengen lebih semnagt lagi belajar. Walopun bkn ttg saham. :-D

  3. Mardiana Sunniwati Manik Raja Says:

    syalom,,,

    teringat saham, aku jd ingat waktu aku kerja di Valas (valuta asing di sebuah bank di medan). aku sempat bingung awalnya,,tp akhirnya aku bisa jg walaupun ketakutan menyelimutiku, krn uang di saham yg kita pakai itu adalah uang konsumen. kalo menang ada enaknya juga krn kita dpt komisi juga hehehehe,,,

    tahap pembelian dan penjualanm hrs hati2 krn yg dipertaruhkan adalah uang dan nyawa org,,hehehe

    ok deh,,hy itu yg bisa kukasi tau,,,

    ok deh

    JBU

    Mardiana

  4. Anastasia Rajagukguk Says:

    Makasih utk sharingnya kak mardiana. Pake uang sendiri aja rasanya berat, apalagi kalo harus mempertanggungjawabkan uang orang lain yah…

  5. [ Nugraha ] Says:

    kalau saya maen di forex (valas) , mbak :) :)
    lumayan loh hasilnya.
    kalau saham belum ngeh saya :(

  6. Anastasia Rajagukguk Says:

    Oh ya? Belajar technical analysis donk? Banyak yg bilang memang lebih enak maen di forex yah karena bank sentral selalu mengawal pergerakan mata uangnya sendiri. So, indikator bisa lebih diandalkan. Tp ga bisa dipegang utk jangka panjang khan? Hanya bagus utk ditrading-kan aja kayanya yah?

  7. Enson Says:

    Hi kak anas :P carefull forex and stock full of hype..i can tell u that for sure..not try to intimidate u but to give a true sight of this hazardous market.been there and I learn the hard way..there is no shortcut here sista’ yet people always keep daydream about this investment..kalo soal belajar2 mental, money management, technical anal or even fundies, i can help u ( in term of giving u a lay out/guideline for your learning curve)..the rest always on live trade and it’s the biggest learn..dont u ever pay a single penny for services nor signal…that’s the very first step.

  8. nich Says:

    Seperti kata “Enson”, never pay a single penny for services nor signal <== I never did, I took’em all, for free =)) well, at least some pis-gor lah *modal dikit ‘napa*

  9. Marudut Pasaribu Says:

    Horas Ito, salam kenal…

    Banyak orang salah membedakan antara investasi dengan spekulasi. Sedikit gambaran bahwa untuk investasi selalu dikaitkan dengan jangka panjang (investor), sementara spekulasi adalah jangka pendek ( trader).

    Hampir 100% spekulan kalah dan hampir 100% investor mendapatkan return atas investasinya.

Leave a Reply